Pada post kali ini akan kubahas lagi tentang pembuatan seleksi pada photoshop dengan mengggunakan layer mask. Seleksi dengan tehnik ini cocok digunakan untuk menyeleksi bagian yang sifatnya halus seperti ujung rambut ataupun bulu. Seleksi ini dibuat dengan membuat sebuah gambar hitam-putih yang digunakan sebagai dasar dari pembuatan seleksi-nya.
Berikut ini cara untuk membuat seleksinya:
Bukalah gambar yang akan dibuat seleksi-nya dengan Adobe Photoshop. Pada contoh berikut ini aku menggunakan sebuah gambar foto yang diupload di Flickr oleh asianleggy. Gambar di bawah ini sudah kupotong sebagian dengan Crop tool agar lebih memfokuskan pada bagian rambut yang akan diseleksi.
Aktifkan palet Channels (Window > Channels). Pada palet ini, pilihlah sebuah channel yang kamu anggap paling kontras. Kemudian duplikat-lah channel yang paling kontras tersebut (dengan menariknya ke icon new channel di sebelah bawah dari palet channel).
Buatlah agar gambar yang hitam putih pada foto yang sedang kita edit pake Photoshop ini menjadi semakin pekat dan nampak perbedaan antara bagian hitam dan putihnya.
Untuk membuatnya benar-benar hitam putih yang pekat, gunakanlah Burn tool, dan/atau Dodge tool pada tool box-nya photosop.
Pilihlah pada option bar, range = Shadow. Exposurenya jangan terlalu banyak, sekitar 10-20% aja. Gunakan tool ini untuk menghitamkan area gambar.
Pilihlah pada option bar, range = Highlite. Exposurenya juga jangan terlalu banyak, sekitar 10-20% aja. Gunakan tool ini untuk memutihkan area gambar.
Kedua tool ini digunakan karena mengingat sulitnya mengisikan warna pada tempat yang sangat kecil atau sempit. Bagian ujung dari rambut sangatlah kecil, utamakan untuk menghitamkan bagian itu terlebih dulu. Berganti-gantilah antara kedua tool tersebut hingga didapat bagian tepi dari gambar tersebut berwarna hitam dan putih.
Untuk mempertahankan bagian rambut yang agak transparan, maka gunakan adalah Burn tool terlebih dulu. Tool ini kupakai untuk menghitamkan lebih dulu dengan tujuan agar bagian rambut yang agak transparan tidak keburu tertutup oleh Dodge tool.
Setelah bagian-bagian tepi dari gambar sudah nampak kontras dan berwarna hitam dan putih, sekarang buatlah seluruh bagian dalam dari gambar benar benar berwarna hitam dan putih seperti contoh gambar dibawah ini. Untuk mengisikan warnanya, gunakanlah Brush tool.
Saat menggunakan Brush tool, pastikan warna Foreground dan Background adalah hitam dan putih (ini bisa dilakukan dengan menekan tombol D pada keyboard. Jika perlu membalik warnanya, tekan huruf X di keyboard).
Langkah berikutnya, mengingat bahwa prinsip penggunaan mask adalah: Hitam berarti tidak menjadi seleksi, dan Putih menjadi seleksi. Maka gambar ini perlu kita balik warnanya. Lakukan ini dengan memilih menu Image > Adjustment > Invert. Hasilnya seperti gambar dibawah ini.
Setelah menjadi seperti gambar diatas, kliklah icon Load channel as selection, letaknya di bagian bawah kiri pada palet Channels. Kemudian aktifkan lagi channel RGB, dengan cara meng-klik channel RGB yang ada pada di urutan paling atas di palet channel.
Sekarang pindahlah ke palet Layer. Jika gambar ini merupakan layer background, maka klik dua kali pada nama layer-nya kemudian klik OK. Setelah ini, klik icon Add layer mask, letaknya di bagian bawah dari palet layer.
Untuk melihat hasilnya akurat atau tidak, buatlah sebuah layer baru yang diisi dengan warna abu-abu, layer ini kemudian diletakkan urutannya di bawah layer yang sudah kita kerjakan tadi.
Hii..ternyata ada bagian dari rambut yang nampak putih tepinya. Ini karena pada bagian tersebut gambar rambut sudah bercampur dengan background yang warnanya agak putih juga. Untuk menghilangkan warna putih ini, pilihlah warna yang mirip dengan warna rambut model ini (gunakan saja Eyedropper tool), kemudian sapukan warna ini dengan Brush tool. Pada saat menyapukan warna ini, mode blending sapuan brush kuganti dengan Darken (pengaturan ini ada pada option bar).
Berikut ini adalah hasilnya yang sudah terpotong dengan seleksi dan kuhilangkan warna putih di tepi rambutnya tadi.
Mudah kan caranya, walaupun memang agak njlimet dan perlu ketelitian.
Ayo segera buka program Photoshop-mu dan dicoba, dan ..komentarnya doong.
Baca Selengkapnya..
Rabu, 25 Juli 2007
Membuat seleksi dengan channel dan layer mask
Lihat semua artikel dalam kategori: Seleksi
Ditulis oleh Sadewo 7 komentar
Jumat, 20 Juli 2007
Menambah jumlah "undo" pada Photoshop
Pada post kali ini akan kucoba untuk membahas tentang penambahan jumlah undo atau langkah yang bisa diulang pada Adobe Photoshop. Sebagaimana yang sering kita alami saat menggunakan photosop, untuk mengulang langkah yang sudah kita lakukan adalah dengan menekan tombol Ctrl+Z (undo) atau Alt+Ctrl+Z (step backward). Step backward bisa dilakukan sebanyak 20 kali. Jumlah langkah yang bisa diulang ini sebenarnya bisa ditambah. Caranya sebagai berikut.
Jalankan program Adobe Photoshop, kemudian pilihlah menu Edit > Preference > General. Setelah muncul kotak dialognya, ubahlah angka pada kotak isian History States. Biasanya angka yang ada disini adalah 20, ubahlah sekendakmu sesuai dengan jumlah langkah yang diinginkan.
Gambar dalam lingkaran merah adalah nilai History State yang bisa diubah
Kemudian klik OK untuk menerapkan pengaturan tadi.
Tetapi harap diingat bahwa semakin banyak angka yang diisikan, kerja komputer juga akan terpengaruh saat menggunakan photoshop. Jadi sebelum mengubah nilai ini cek dulu memori komputernya, kalau memorinya nggak banyak-banyak banget (sekitar 128 mb kebawah) nggak usah dipaksakan untuk menambah nilai History States tersebut.
Baca Selengkapnya..
Lihat semua artikel dalam kategori: Photoshop Guides
Ditulis oleh Sadewo 0 komentar
Sabtu, 14 Juli 2007
Mengetahui ukuran gambar setelah dicetak
Masih seputar resolusi gambar, kenapa ada perbedaan ukuran setelah gambar dicetak? Salah satunya adalah karena resolusinya yang berbeda seperti yang sudah dibahas dalam post sebelumnya.
Pada post kali ini akan kucoba membuat perbandingan ukuran antara gambar A (resolusi 72 dpi) dengan gambar B (resolusi 300 dpi) yang kupasang pada sebuah kertas ukuran A4/kwarto.
Untuk membuat sebuah media perbandingan maka kita perlu menggunakan Adobe Photosop dan membuat sebuah file baru berukuran A4. Cara untuk membuat ukuran ini cukup mudah karena kita tinggal memilih ukuran A4 pada kotak dialog New, di bagian preset size.
Gambar ukuran file pada kotak dialog New
Setelah itu bukalah file-file gambar yang akan diperbandingkan. Pada contoh kali ini, aku menggunakan dua gambar yang berbeda resolusinya.
Masukkan kedua gambar tersebut kedalam file yang baru saja kita buat. Cara untuk memasukkan gambar ini adalah dengan memilih Move Tool pada tool box-nya Photoshop. Kemudian dengan tool ini, geserlah dari tengah-tengah gambar yang akan dimasukkan ke arah file yang baru tadi.
Gambar move tool untuk mengopi gambar secara cepat
Masukkan gambar yang berikutnya dengan cara yang sama.
Setelah kedua gambar dimasukkan, maka akan nampak bahwa gambar dengan resolusi 300 dpi nampak lebih besar daripada yang 72 dpi.
Media yang kita gunakan (kertas ukuran A4) terdiri dari 300 dpi, oleh karena itu maka saat kita masukkan gambar dengan resolusi 72 dpi, maka gambar tersebut nampak lebih kecil.
Terus bagaimana cara mendapatkan gambar dengan resolusi yang tinggi?
Gambar dengan resolusi tinggi dapat diperoleh dengan kamera digital/HP dengan setting kualitas gambar tinggi/pada megapixel yang banyak, dengan memindai/men-scan gambar dengan pengaturan resolusi/dpi tinggi.
Pada program Photoshop, ada sebuah fasilitas dari menu Image > Image Size yang bisa digunakan untuk mengubah/menambah ukuran resolusi. Tapi tetap saja menurutku hasilnya tidak bisa menyamai kualitas gambar yang sejak awal sudah beresolusi tinggi.
Baca Selengkapnya..
Lihat semua artikel dalam kategori: Photoshop Guides
Ditulis oleh Sadewo 0 komentar
Akhirnya jadi juga beli HP
Setelah hampir setengah tahun nggak bisa nelp/sms-an pake hp, alhamdulillah beberapa hari yang lalu udah jadi beli hp merk BenQ-Siemens E61. Nomor kartu teleponku bisa dilihat pada profile-ku disebelah. Lumayan juga, sekarang udah bisa ngontak beberapa saudara, temen/relasi, juga udah bisa berangkat ngajar sambil ndengerin Within Temptation (kalo cuma buat ndengerin lagu, kenapa nggak nenteng mini compo aja ya).
Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa beli hp lagi, yang jelas kalo buatku bukan masalah life style, tapi memang udah kebutuhan komunikasi yang mendesak. Dan siapa tahu mendadak ketemu artis cakep, repot kan kalo mau ngasih tahu no hp.
Kemarin sempat eror kartunya waktu registrasi, tapi untung udah beres. Nomor hp ini mungkin cuma buat sementara, kalo misalnya aku ganti kartu besok akan ku-update pada post ini.
Tapi mungkin karena hobi sama gambar digital, nggak juga langsung dicoba buat telpon ato sms malah nyoba ngambil gambar dari kamera hp dan di otak-atik pake photoshop, melihat resolusi-nya dan mbandingkan hasilnya dengan hasil kamera digital.
Baca Selengkapnya..
Lihat semua artikel dalam kategori: Dari Penulis
Ditulis oleh Sadewo 0 komentar
Senin, 09 Juli 2007
Penyebab Gambar Bitmap Nampak Kabur
Saat kita menggunakan Photoshop untuk mengolah gambar, seringkali kita dapati bahwa gambar yang kita olah tersebut nampak kabur. Hal seperti ini memang tidak bisa hindari sebab gambar yang kita olah dengan Photosop kebanyakan adalah gambar bitmap. Sedangkan mengingat karakteristik gambar bitmap, memang kaburnya gambar itu adalah salah satu dari ciri khasnya. Kharakteristik dari gambar bitmap itu seperti apa saja, silahkan baca dalam post kali ini.
Gambar bitmap yang sering juga disebut dengan gambar raster adalah sebuah gambar yang tersusun dari kumpulan pixel. Pixel itu sendiri dari kata picture element, yang dimaksudkan sebagai komponen gambar yang paling kecil.
Karena tersusun atas kumpulan titik-titik pixel, maka terdapatlah sebuah gambar yang kita sebut sebagai gambar bitmap. Jumlah dari tiap titik tersebut menentukan kualitas dari gambar bitmap. Jumlah tiap titik dalam gambar diukur dengan satuan ukur dpi/ppi. Misalnya dalam satu inchi persegi terdapat 72 titik pixel, maka ukuran dari gambar tersebut adalah 72 dpi (dot per inch).
Jika kita membandingkan sebuah gambar dalam resolusi rendah dengan gambar lain dalam resolusi yang lebih tinggi, maka akan nampak perbedaan ketajaman gambar apabila gambar tersebut di-zoom dalam ukuran besar. Contohnya bisa dilihat dalam gambar dibawah ini, gambar di sebelah kiri dengan 72 dpi nampak lebih kabur dibandingkan dengan gambar dalam 300 dpi di sebelah kanannya.
Gambar perbedaan tingkat resolusi.
Gambar ini diambil dari Adobe Photoshop Help
Hal seperti ini terjadi karena saat kita buka dengan Photoshop dan kita zoom dalam ukuran besar, atau saat kita perbesar ukuran gambar tersebut, maka jarak dari tiap pixel akan menjadi semakin renggang. Ini menyebabkan gambar nampak kabur/tidak jelas.
Gambar bitmap saat di-zoom.
Gambar ini diambil dari Adobe Photoshop Help
Kemudian, kapankan saat kita menentukan berapa tingkat resolusi yang kita gunakan? Pertanyaan ini akan terjawab saat kita mengetahui tujuan pembuatan gambar. Sebab jika gambar kita maksudkan untuk digunakan sebagai tampilan di layar monitor, baik itu sebagai wallpaper, keperluan upload ke internet seperti sebagai header blog, atau untuk diupload ke Friendster, ataupun untuk keperluan lain, maka ukuran resolusi cukup 72 dpi saja. Tetapi jika untuk keperluan cetak, ukuran maka resolusi harusnya adalah 300 dpi atau lebih.
Baca Selengkapnya..
Lihat semua artikel dalam kategori: Photoshop Guides
Ditulis oleh Sadewo 1 komentar
Jumat, 06 Juli 2007
Cara membuat header untuk blog
Beberapa teman sering menanyakan cara membuat gambar header untuk blog mereka. So, kali ini akan kubahas cara membuat sebuah gambar header.
Untuk membuat sebuah header, tentu kita perlu program yang bisa mengolah/membuat gambar dalam format bitmap. Ada banyak program yang bisa digunakan, pilih aja yang familiar dengan kamu, ada Adobe Photosop, Corel Photopaint, Macromedia Firework, dan masih banyak lagi. Tapi yang kubahas sekarang adalah yang pake Photoshop.
Sebelum kita mulai membuat gambarnya, ada beberapa hal yang perlu kita siapkan sebelumnya, yaitu:
Ini harus dilihat sendiri dari template blog yang dipake. Untuk contoh yang akan kita buat, ukuran header ini adalah 780 kali 180 pixel. Sama dengan ukuran header yang sekarang aku pake di blog ini, aku pakai template yang namanya Nyoba-780 buatan mas Isnaini.
Kalo pake template dari Blogger, ukurannya bisa disesuaikan sendiri (tapi aku pernah nyoba kukasih gambar, gambarnya nggak muncul sebagai background header, mungkin biar muncul ada CSS yang harus dirubah (aku agak katrok kalo soal css, apalagi php..). Bisa juga diakali dengan membuat page element baru tentang Image sih sebenarnya, tapi nggak bisa diletakkan sebagai background header.). Kalo mau digunakan sebagai page element, ukur dulu berapa ukuran maksimal dari letak page element tadi.
Ingat bahwa gambar tersebut bakalan nongol terus di blog kamu.
Terus caranya bikin header dengan Photoshop:
Baca Selengkapnya..
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar header bisa dengan memasukkan gambar lain, kasih tulisan, atau apa aja terserah dengan ide dan kreativitasmu. Kalo bingung, nggak ada ide? Buka aja website dan blog yang ada di internet, banyak sekali kan, tinggal cari aja ide dari gambar-gambar tersebut. Tapi ingat, JANGAN ngopi paste gambar header orang lain terus dipasang lagi, itu sama kayak mencuri. Cari Ide, bukan Curi Ide.
Gambar dalam lingkaran merah, yang sebelah kiri adalah ukuran file yang akan disimpan (dalam kilobyte), dan yang sebelah kanan adalah waktu yang diperlukan saat gambar tersebut diakses dalam ukuran kbps tertentu.
Gambar: contoh gambar header
Misalnya kamu pake Blogger, gunakan page element-nya. Kalo hosting sendiri, upload di cpanel-nya. Atau bisa juga diupload dulu ke web yang melayani image hosting, misalnya Photobucket, ImgPlace, atau yang lain.
Lihat semua artikel dalam kategori: Tips Lain
Ditulis oleh Sadewo 6 komentar
Minggu, 01 Juli 2007
Membuat efek bayangan secara manual
Berikut ini adalah cara untuk membuat efek bayangan pada photoshop secara manual (manual disini kuartikan sebagai: membuat sendiri baik bentuk maupun arahnya).
Dalam post Membuat Refleksi Bayangan terdahulu gambar bayangan masih menampilkan warna dari obyek / model-nya. Pada post kali ini, bayangan yang akan dibuat berwarna hitam sehingga layaknya seperti bayangan sesungguhnya.
Untuk membuat sebuah bayangan secara manual:



Untuk lebih bagusnya lagi, bisa ditambah dengan memberi efek Filter > Blur > Gaussian Blur.
Gambar hasil jadinya bisa dilihat pada gambar dibawah ini:
Tapi kok gambarnya jelek :-? ...biarin, memang model fotonya yang jelek :))
Baca Selengkapnya..
Lihat semua artikel dalam kategori: Photoshop Effects
Ditulis oleh Sadewo 1 komentar


